Salak dedari: “hidden gem” wisata kuliner di desa wisata sibetan, kabupaten karangasem, bali

  • Luh Eka Susanti Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional
  • Hardina Politeknik Pariwisata Nusa Dua
DOI: https://doi.org/10.22334/jihm.v12i1.188
Abstract views: 149 , pdf downloads: 198
Keywords: Agrowisata, Strategi Pemasaran, Salak Dedari

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi pemasaran salak Dedari sebagai salah satu hasil agrowisata dari desa Wisata Sibetan, Karangasem, Bali. Daerah ini terkenal akan agrowisatanya terutama dari hasil perkebunan salak. Terdapat banyak varian salak, dimana salah satunya adalah salak Dedari yang daging buahnya berwarna kemerahan. Warna ini merupakan ciri khas salak jenis ini yang tidak dimiliki oleh jenis salak lainnya. Selain dapat dimakan secara langsung, salak ini juga dapat dinikmati dengan cara mengkonsumi produk olahannya berupa kurma salak, teh kulit salak, kopi biji salak, wine salak, madu salak, pia salak, sup salak dan asinan salak. Namun, produk olahan ini kurang mendapat atensi dan animo wisatawan sebagai konsumen. Metode yang digunakan adalah observasi (pasif), kuesioner dan wawancara dengan teknik purposive sampling dimana terdapat 100 informant dalam penelitian ini, Informan ini berasal dari wisatawan yang berkunjung ke agrowisata di desa Wisata Sibetan, masyarakat lokal, dan pelaku agrowisata termasuk pemilik dan petani. Teknik analisis yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif dan teknik analisis SOAR (Strength, Opportunity, Aspiration dan Result) yang merupakan strategi yang berpatokan pada hal-hal positif sebuah usaha untuk dikembangkan dan dijadikan keunggulan utama. Dari hasil observasi dan analisisnya, strategi pemasaran produk olahan salak Dedari ini memerlukan kerjasama yang terpadu dari beberapa pihak yaitu pemerintah setempat, pengelola agrowisata dan masyarakat lokal.

 

References

Handika, M. R. dan Darma, G. S. (2021). Strategi Pemasaran Bisnis Kuliner Menggunakan Influencer Melalui Media Sosial Instagram. Jurnal Bisnis Corporate, 6(1), 11–18. https://doi.org/10.46576/jbc.v6i1.1484

Setyorini, H., Effendi, M., & Santoso, I. (2016). Marketing Strategy Analysis Using SWOT Matrix and QSPM (Case Study: WS Restaurant Soekarno Hatta Malang). Industria: Jurnal Teknologi Dan Manajemen Agroindustri, 5(1), 46–53. https://doi.org/10.21776/ub.industria.2016.005.01.6

Setyowati, A. dan K., & Nikmatul. (2019). Efisiensi Dan Strategi Pemasaran Keripik Salak (Study Kasus: Pusat Oleh-Oleh Pronojiwo Winna Sari, Desa Sidomulyo Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang). Jurnal Ketahanan Pangan, 3(2), 8–14. http://riset.unisma.ac.id/index.php/JU-ke/article/view/7296/5865

Sumantra, K., Anik, Y., & Ketut, S. (2015). Pengembangan Model Agrowisata Salak Berbasis Masyarakat Di Desa Sibetan. Jurnal Bakti Saraswati, 04(02), 156–168.

Suyitno. (2017). Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan, Penetapan Harga Dan Fasilitas Terhadap Kepuasan Pasien (Studi Pada Pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kabupaten Malang. Journal of Applied Business Administration, 2(1), 129–143.

Syahrial, Y. A. (2020). Analisis Kinerja Pegawai Pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu Utara. Ecobisma (Jurnal Ekonomi, Bisnis Dan Manajemen), 7(2), 80–87. https://doi.org/10.36987/ecobi.v7i2.1773

Wibowo, D. H., Arifin, Z., & Sunarti. (2015). Analisis strategi UMKM (Studi pada Batik Diajeng Solo). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 29(1), 59–66.

Widiastini, N. M. A., Andiani, N. D., & Trianasari. (2012). Strategi Pemasaran Pariwisata Di Kabupaten Buleleng, Bali. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 1(1), 1–19.

Published
2021-12-31
How to Cite
Susanti, L. E. and Hardina (2021) “Salak dedari: ‘hidden gem’ wisata kuliner di desa wisata sibetan, kabupaten karangasem, bali”, Jurnal Ilmiah Hospitality Management, 12(1), pp. 38-49. doi: 10.22334/jihm.v12i1.188.
Abstract viewed = 149 times
pdf downloaded = 198 times