Nilai kearifan lokal bali pada karyawan hotel di kabupaten badung

  • Made Arya Astina Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional
  • Komang Shanty Muni Parwati Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional
DOI: https://doi.org/10.22334/jihm.v11i2.185
Abstract views: 21 , pdf downloads: 17
Keywords: Nilai Kearifan Lokal, Karyawan Hotel, Nilai Budaya

Abstract

Penelitian tentang sumber daya manusia pariwisata ini berjudul Nilai Kearifan Lokal Bali pada Karyawan Hotel di Kabupaten Badung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan di daerah tujuan wisata di Bali yaitu daerah Badung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket, dan studi kepustakaan. Periode penelitian akan dilaksanakan pada bulan Juni 2020 – Desember 2020. Adapun subjek penelitian yang ditentukan adalah sejumlah 100 karyawan hotel di Kabupaten Badung. Kabupaten Badung dipilih sebagai lokasi penelitian dengan beberapa pertimbangan: 1) Badung merupakan kabupaten yang paling pesat pertumbuhan pariwisatanya di Bali, 2) Pertumbuhan jumlah hotel di daerah ini relative pesat, 3) Budaya yang dimiliki karyawan hotel di Kabupaten Badung perlu dianalisis untuk pengembangan produk (pelayanan). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori nilai budaya dari Hofstede. Angket (kuesioner) yang digunakan merujuk kepada VSM (Value Survey Mudule) yang dikembangkan oleh Hofstede. Mengingat provinsi Bali mengandalkan sektor pariwisata untuk penghasilan utama daerahnya, maka penelitian ini penting dilakukan karena sumber daya manusia merupakan komponen yang penting dalam sebuah pelayanan. Penelitian ini menghasilkan beberapa informasi tentang nilai kearifan lokal pada karyawan hotel di Kabupaten Badung.

Author Biographies

Made Arya Astina , Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Komang Shanty Muni Parwati , Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

References

Abdi, U. R. (2008). Metodologi Penelitian Sosial dan Ekonomi: Teori dan Aplikasi. Alfabeta, Bandung, ISBN: 9789798433863.
ARTINI, N. A. (2007). PERANAN DESA ADAT DALAM PENGELOLAAN KEPARIWISATAAN (STUDI KASUS DI DESA ADAT SEMINYAK, KECAMATAN KUTA, KABUPATEN BADUNG). SOCA: Socioeconomics of Agriculture and Agribusiness, 7.
Astiti, Putra Tjok Istri. 2010. Desa Adat Menggugat Dan Digugat. Denpasar: Udayana University Press.
Bearden, W. O. (2006). Multidimensional versus unidimensional measures in assessing national culture values: The Hofstede VSM 94 example. Journal of Business Research, 59.
Benny H. Hoed. 2008. Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya. Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB).
BERRY, J. W. (2019). Culture and cognition: Readings in cross-cultural psychology.
Berry, John W., Segall, Marshall H., 7 & Kagitcibasi, Cigdem. 1997. Handbook of Cross Cultural Psychology: Social Behavior and Applications (2nd Ed). USA: Allyn & Bacon.
Brata, Y. R. (2020). DINAMIKA BUDAYA DAN SOSIAL DALAM PERADABAN MASYARAKAT SUNDA DILIHAT DARI PERSPEKTIF SEJARAH. Jurnal Artefak, 7.
Chaudhary, N. (2018). Cross-Cultural Psychology as a Solution to Global Inequality: Optimism, Overconfidence, or Naiveté?: A commentary on “The Positive Role of Culture: What Cross-Cultural Psychology Has to Offer to Developmental Aid Effectiveness Research” by Symen A. Brouwe. Journal of Cross-Cultural Psychology, 49.
Creswell, J. W. (1990). Penelitian Kualitatif & Desain Riset. Mycological Research, 94.
Creswell, J. W. (2015). Penelitian Kualitatif dan Desain Riset (memilih diantara lima pendekatan). Penelitian Kualitatif.
Englund, R. (1992). Cross-cultural management communication by Richard Mead. New York. Journal of Product Innovation Management, 9.
Evans, N. C. (2012). Strategic management for travel and tourism.
Gorda, I Gusti Ngurah. 1997. Metodologi Penelitian Sosial Ekonomi. Denpasar: Widya Kriya Gematama.
Hofstede, G. (1080). Culture and Organizations. International Studies of Management & Organization, 10.
Hofstede, G. G. (2010). Comparing regional cultures within a country: Lessons from Brazil. Journal of Cross-Cultural Psychology, 41.
https://bali.bps.go.id/statictable/2018/02/09/21/jumlah-wisatawan-asing-ke-bali-menurut-bulan-1982-2019.html diakses pada tanggal (5 Juni 2020)
Huang, S. (. (2019). Relationships between Hofstede's cultural dimensions and tourist satisfaction: A cross-country cross-sample examination. Tourism Management, 72.
Kartika, N. G. (2019). Hubungan Timbal Balik Antar Desa Adat dan Pariwisata. PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA, 4.
Kieser, A. (1994). Cultures and Organizations. Software of the Mind. Organization Studies, 15.
Mintu, A. T. (2004). Geert Hofstede CULTURES AND ORGANIZATIONS – SOFTWARE OF THE MIND. Crossroads, 23.
Mead, Richard. 1990. Cross Cultural Management Communication. England: John Wiley & Sons Ltd.
Nandi, N. (2016). PARIWISATA DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA. Jurnal Geografi Gea, 8.
Rohaeti, E. E. (2019). PROGRAM PENDAMPINGAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DESA ADAT SENARU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK-ANAK DESA ADAT SENARU. Abdimas Siliwangi, 2.
Sydorchuk, O. K. (2019). Strategic management of a travel company in the conditions of introduction of modern information technologies. Academy of Strategic Management Journal, 18.
Published
2021-06-30
How to Cite
Astina , M. A. and Parwati , K. S. M. (2021) “Nilai kearifan lokal bali pada karyawan hotel di kabupaten badung”, Jurnal Ilmiah Hospitality Management, 11(2), pp. 133-141. doi: 10.22334/jihm.v11i2.185.
Abstract viewed = 21 times
pdf downloaded = 17 times